Gabriella Kuswandi dan ZIF-8: Kisah Mahasiswa UPER yang Menjawab Teka-Teki Penyimpanan Hidrogen
Banyak orang membayangkan masa depan di mana kendaraan melaju dengan hidrogen dan hanya mengeluarkan uap air. Gambaran itu terdengar indah, tetapi untuk mewujudkannya para ilmuwan harus lebih dulu memecahkan satu soal pelik: bagaimana menyimpan hidrogen dengan aman dan awet. Di Universitas Pertamina, seorang mahasiswa Teknik Kimia menawarkan jawabannya dan berhasil menjadi juara pertama di kompetisi ilmiah tingkat internasional.
Hidrogen Menjanjikan, Tetapi Ada Syaratnya
Hidrogen dipandang sebagai salah satu sumber energi rendah emisi yang potensial. Hanya saja, agar bisa dipakai luas, terutama pada kendaraan, hidrogen harus bisa disimpan dengan aman, stabil, dan digunakan kembali berulang kali. Di titik inilah penyimpanan menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia riset.
Kelemahan Material yang Sudah Ada
Gabriella Kuswandi, mahasiswa Teknik Kimia UPER, memulai penelitiannya dari material yang banyak dikaji, yaitu Metal-Organic Framework-5 (MOF-5). Material ini unggul dalam kapasitas simpan, tetapi punya dua kelemahan: sensitif terhadap kelembapan, dan strukturnya dapat berubah setelah beberapa kali proses simpan-lepas hidrogen. Padahal, kendaraan butuh material yang tangguh dalam pemakaian berulang.
Temuan Utama: ZIF-8 yang Lebih Kuat
Gabriella lalu mengembangkan material berbasis Zeolitic Imidazolate Framework-8 (ZIF-8). Penelitiannya diberi judul “From MOF-5 to ZIF-8: Towards a Practical Hydrogen Storage System for Fuel Cell Electric Vehicles”. Hasilnya menunjukkan ZIF-8 tetap stabil hingga 47 siklus penyimpanan dan pelepasan hidrogen.
Cara kerjanya bisa dibayangkan seperti bangunan dengan banyak ruangan mungil. Ruang-ruang kecil di dalam ZIF-8 menampung hidrogen, lalu melepasnya lagi bila diperlukan. Karena tahan lembap dan tahan dipakai berulang, material ini berpotensi menopang sistem penyimpanan hidrogen yang lebih awet bagi kendaraan fuel cell.
Tampil di Panggung GHES 2026
Karya tersebut dipresentasikan pada Young Scientist Competition 2026, yang menjadi bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026. Penyelenggaranya adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Fuel Cell and Hydrogen Energy Association (IFHE), digelar 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
Forum ini mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi hidrogen. Di sinilah riset Gabriella bersaing dan akhirnya meraih Juara 1.
Dukungan dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menyebut riset ZIF-8 sebagai contoh bahwa inovasi material dapat menjawab tantangan penyimpanan hidrogen dan mendukung teknologi energi masa depan. Ia menekankan bahwa kampus terus mendorong riset yang aplikatif dan sesuai kebutuhan industri serta transisi energi.
Ia juga menjelaskan bahwa Program Studi Teknik Kimia, terutama peminatan Material Maju untuk Energi dan Pengembangan Proses, membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan material yang menjawab tantangan sektor energi. Harapannya, pengalaman riset seperti ini melahirkan inovasi yang bermanfaat dan layak dikembangkan lebih lanjut, bukan hanya prestasi akademik.
Mengapa Prestasi Ini Penting?
Ada tiga hal yang bisa dipetik dari kisah ini.
- Riset dimulai dari masalah nyata. Gabriella tidak mencari topik yang sekadar populer, tetapi menyasar hambatan penyimpanan hidrogen.
- Solusi diuji secara terukur. Kestabilan ZIF-8 dibuktikan lewat puluhan siklus, bukan sekadar klaim.
- Mahasiswa sarjana bisa bersaing di level internasional. Dengan lingkungan akademik yang mendukung, karya mahasiswa mampu tampil di forum global.
Mulai Perjalanan Risetmu
Jika kamu penasaran dengan dunia material, energi bersih, atau teknologi hidrogen, kampus yang mendorong mahasiswanya untuk meneliti dan berkompetisi bisa menjadi tempat yang tepat. Tentukan program studi yang cocok dengan minatmu, siapkan persyaratannya, lalu selesaikan Pendaftaran Universitas Pertamina untuk memulai langkah pertamamu.
