Lifestyle

Kenali Berbagai Istilah dalam Dunia Reksadana

Reksadana kini menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati, terutama oleh investor pemula. Alasannya sederhana: bisa dimulai dengan modal kecil, dikelola oleh manajer investasi profesional, dan cocok untuk berbagai tujuan finansial. Namun bagi banyak orang, istilah-istilah dalam dunia reksadana sering terasa asing dan membingungkan.

Kalau kamu baru mulai mengenal reksadana, memahami istilah-istilah dasarnya akan sangat membantu kamu membuat keputusan yang lebih tepat dan bijak. Yuk, kita bahas satu per satu secara sederhana!

1. NAB (Nilai Aktiva Bersih)

NAB atau Nilai Aktiva Bersih adalah total nilai aset bersih reksadana yang dihitung setiap hari. NAB ini yang akan menentukan harga per unit penyertaan reksadana. Jadi, kalau kamu beli reksadana hari ini, NAB hari itu yang digunakan sebagai acuan.

2. Unit Penyertaan

Unit penyertaan adalah satuan investasi di reksadana. Jumlah unit penyertaan yang kamu miliki ditentukan dari besarnya dana yang kamu tanam dibagi dengan NAB per unit saat pembelian. Semakin banyak dana yang kamu investasikan, semakin banyak pula unit penyertaan yang kamu miliki.

3. Subscription & Redemption

  • Subscription: proses membeli reksadana.
  • Redemption: proses menjual kembali unit reksadana yang kamu miliki.

Keduanya bisa dilakukan melalui platform investasi yang kamu gunakan, termasuk layanan perbankan digital seperti Bank Sinarmas.

4. Manajer Investasi

Manajer investasi (MI) adalah pihak profesional yang mengelola dana reksadana. Mereka yang akan menentukan aset apa saja yang dibeli—saham, obligasi, atau pasar uang—sesuai dengan jenis reksadana yang kamu pilih.

Jadi, kamu tidak perlu menganalisis pasar sendiri. Cukup serahkan pada MI yang sudah berpengalaman.

5. Prospectus

Dokumen resmi yang berisi detail tentang produk reksadana, termasuk strategi investasi, biaya, risiko, dan kinerja historis. Sangat penting untuk membaca prospectus sebelum membeli reksadana agar kamu memahami apa yang akan kamu investasikan.

6. Risiko Investasi

Meskipun reksadana cenderung lebih stabil dibanding investasi langsung di saham, tetap ada risiko seperti:

  • Risiko pasar (nilai reksadana turun karena pasar turun)
  • Risiko likuiditas (kesulitan mencairkan dana dengan cepat)
  • Risiko default (gagal bayar dari pihak penerbit surat utang)

Pahami risikonya, sesuaikan dengan tujuan dan profil risiko kamu.

Promo HUT ke-36 Bank Sinarmas

Kalau kamu tertarik mulai berinvestasi, ini waktu yang tepat! Dalam rangka ulang tahun ke-36, Bank Sinarmas menghadirkan promo menarik seperti cashback, bebas biaya admin, dan kemudahan akses ke produk reksadana langsung dari aplikasi mobile banking.

Cek info promo lengkap di sini:
 https://www.banksinarmas.com/id/promosi/hut36-bsim

Kesimpulan

Memahami istilah di dalam reksadana adalah langkah awal untuk menjadi investor yang lebih percaya diri. Kamu tidak perlu hafal semuanya dalam sehari—cukup pelajari sedikit demi sedikit sambil mulai berinvestasi secara konsisten.

Bank Sinarmas menyediakan akses mudah ke produk reksadana langsung dari aplikasi perbankan. Dengan fitur lengkap dan dukungan edukasi finansial, kamu bisa memulai perjalanan investasi dan membangun hidup finansial lebih baik dari sekarang. Dan jangan lupa, kamu juga bisa top up OVO langsung dari aplikasi untuk kebutuhan harianmu—semua dalam satu platform yang praktis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *